Pagi itu putri tak memperlihatkan wajah cerianya, walau mentari menyapa dunia dengan sinar lembutnya.
Hatinya sangat gundah, hatinya bingung, bingung melihat Papa dan Mamanya pagi tadi bertengkar sedemikian hebatnya sampai ia tidak bersekolah hari ini.
“Lihat lihat ini kelakuanmu khan Pa” Teriak mamanya di pagi hari melebihi kokok ayam tetangga.
” Dasar laki laki baji…..!!! Begitu ya kalau diluar bilangnya rapat rapat tapi malah berapet rapet ama perempuan lain.”
Papanya yang baru saja mandi hanya melongo melihat istrinya seperti kerasukan setan entah dari mana istrinya ketempelan.
“Ada apa sih ma kok pagi pagi udah ribut.”
“Ada Apa…………lihat foto ini. INI FOTO SIAPA!!!!, hanya pake daleman saja. AYO NGAKU…..ini kan pacarmu, ya kan!!!”
” Tunggu dulu dong Ma, Mama nggak salah ambil.”teriak Papa masih membela diri.
“Nggggaaaak!! Orang ngambilnya dari saku celana kamu”
‘Kurang ajar si Mirna, tadi malam dia selipkan fotonya kedalam saku celanaku rupanya’.
Putri hanya mendengarkan dari dalam kamarnya sambil bertanya tanya kenapa dan apa yang terjadi karena yang ia tahu hanya ada suara ribut papa dan mamanya lalu….tiba tiba
BR A AA A A AA AAK. pintu depan terdengan dibanting keras sekali dan suara mobil ayahnya yang makin lama makin menghilang.
Putri memberanikan dirinya keluar kamar, tapi sepi…..sekali seakan seperti rumah tak berpenghuni.
Terdengar suara lamat lamat isak tangis Mamanya didalam kamar, putri tak berani mendekat kamar itu. Seakan ada jarak yang berdinding tebal antara dirinya dan kamar itu.
Putri lalu beringsut keluar ke beranda……
Ia masih bertanya Apa yang terjadi dan Mengapa
Putri mau nangis aja, tapi kok tidak bisa……TUHAN keluhnya dalam hati, lindungilah Mamaku dan Papaku. Jangan buat mereka berpisah. Nanti Putri ikut siapa….???. Yak terasa air mata itu meleleh juga